Skip to main content

CIREBON- Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon (STTC) menjalin kerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dalam melaksanakan Seminar Hasil Abdimas 2022 yang berlokasi di Aula kampus STTC, Senin (5/12/2022).

Kegiatan tersebut merupakan puncak dari hasil penelitian Pengabdian Masyarakat yang telah dilaksanakan selama satu semester. Dalam pengabdian itu, pihak STTC dan Unpar, khususnya prodi Arsitektur melakukan pendataan desa wisata.

Kepala Prodi Arsitektur STTC, Nurhidayah mengatakan, saat ini merupakan tahun ke tujuh dilakukannya riset Pengabidan Masyarakat. Melalui pengabdian tersebut, pihak STTC dan Unpar mengambil empat kelompok desa wisata yakni Panjunan, Pecinaan, Trusmi, dan Jamblang.

“Kami telah melakukan pengabdian lewat riset bersama, kurang lebih selama hampir tujuh tahun. Di tahun ini, kami melakukan pengabdian berupa pendataan terkait dengan desa wisata yaitu Panjunan, Pecinaan, Trusmi, dan Jamblang,” Bpk. Nurhidayah, S.T.,M.T. (Kaprodi Arsitektur)

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya merekam jejak peninggalan sejarah agar tidak hilang. Peninggalan-peninggalan tersebut direkam secara digital maupun data fisik.

“Kita perlu melakukan itu karena kita sebagai jurusan arsitek wajib merekam jejak peninggalan masa lalu supaya tidak hilang. Karena saat ini sudah banyak bangunan-bangunan ‘heritage’ sudah hilang,” ungkapnya.

“Kita berusaha merekam baik secara digital maupun secara data fisik yang mudah-mudahan jadi bukti sejarah Cirebon saat ini, dan menjadi data untuk anak cucu kita di kemudian hari,” lanjut Nurhidayah.

Seminar Hasil Abdimas 2022 tersebut diisi oleh pemateri dari dosen STTC dan Unpar yang melakukan penelitian lapangan melibatkan mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa tersebut dapat mengenal budaya serta ‘heritage’ yang ada di Cirebon.

Program Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh pihak STTC dan Unpar merupakan bentuk pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Pelaksanaan dilakukan bersama-sama oleh pihak STTC dan Unpar dalam rangka kerja sama Kampus Merdeka Belajar. Jadi program ini bekerja sama untuk membangun atau melihat peluang-peluang yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat,” ucapnya.

Bpk. Nurhidayah, S.T.,M.T.  berharap, program yang dilaksanakan dari awal semester tersebut bisa dijadikan referensi untuk bidang keilmuan di bidang arsitektur.

“Pengerjaannya ini dari awal semester ganjil sampai dengan menjelang akhir semester. Kita mengadakan publikasi dari hasil riset tadi. Kita paparkan supaya hasil yang kita buat ini bisa dirasakan atau dilihat, maupun dijadikan bahan referensi untuk keilmuan di bidang arsitektur,” harapnya.

Pelaksanaan Seminar Hasil Abdimas 2022 tersebut dihadiri mahasiswa STTC prodi arsitektur, dari dosen dan mahasiswa Unpar, dan Kelompok Sadar Wisata yang telah terlibat dalam penelitian.

Leave a Reply