Skip to main content

Satu dekade penuh (sejak 2015), program pengabdian masyarakat hasil kolaborasi antara Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon (STTC) dan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) telah terlaksana. Kolaborasi ini menandai kerja sama jangka panjang yang berfokus pada riset dan perancangan untuk kemajuan daerah Kota dan Kabupaten Cirebon, yang menghasilkan sejumlah penelitian dan rancangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah Cirebon.

Menurut Nurhidayah, S.T., M.Ars., Kepala Program Studi Arsitektur STTC, kegiatan ini awalnya dimulai dengan langkah konservasi budaya melalui identifikasi keraton-keraton Cirebon. Seiring waktu, tema pengabdian berevolusi menjadi lebih implementatif, puncaknya pada periode terakhir dengan sumbangsih berupa desain penanda kota sebagai usulan gerbang kawasan strategis.

Di sisi lain, Nurhidayah, S.T., M.Ars. juga memaparkan keprihatinannya terhadap kondisi masjid-masjid tua Cirebon yang terancam kehilangan nilai historisnya akibat pendataan yang kurang optimal. “Kami ingin masjid-masjid bersejarah ini kembali diperhatikan. Jangan sampai hanya menjadi simbol masa lalu tanpa pemaknaan,” tegasnya.

Menyambut penutupan program, Dimas Hartawan Wicaksono, S.T., M.T., Ph.D.. Ketua Program Studi Arsitektur UNPAR, berharap agar seluruh karya dan perancangan yang melibatkan sekitar 15 dosen dan 5 mahasiswa UNPAR setiap tahunnya, tidak hanya berakhir sebagai dokumen. Dimas Hartawan Wicaksono, S.T., M.T., Ph.D. menekankan pentingnya implementasi dan pengembangan berkelanjutan dari hasil kajian akademik ini, demi mengangkat potensi lokal Cirebon ke tingkat global.

Leave a Reply